Saturday, November 19, 2011

sAnTai...


بسم الله الرحمن الرحيم


Salam untuk sahabat 'kehidupan sementara'
~~ Istimewa untuk sahabat saya ~~







Sebenarnya bulan Disember belum tiba lagi, tapi rasanya sahabat saya niii
memang gumbira sangat- sangat...mungkin ini hadiah istimewa untuknya...
semoga apa yang awak usahakan bersama arwah ayah dan mak 
terus berjaya, diberkati dan diredhaiNYA...TAHNIAH!!!





Sebelum niii memang tak pernah beli majalah masak-masak,
pandai makan jeee ^__^


~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~


Ini pulak citer gumbira saya pada hari niii...
sebelum niii dok dengar suara kat radio ikim jeee...
tapi hari niii beliau betul2 di depan mata...
harap2 bukan sekadar dengar hanya untuk 
hari ini sahaja, moge ilmu ini terus melekat dihati...
Alhamdulillah, banyak ilmu-ilmu yang dapat direnung, difikir, 
banyak yang perlu dimuhasabahkan...

~ jadilah diri kita sendiri, jangan cuba2 nak berlakon 
apabila kita berdepan dengan mereka di luar sana...

~ masih belum kenyangkah kita ? tiap2 hari 
makan daging saudara kita sendiri...

~ sampai bila sifat kedekut kita akan berada dalam diri kita ?
kalau berdiri bawah pokok jering, pasti jering akan
berkata... orang ini lebih teruk dari aku (tangkai jering).

~ ingatlah setiap apa yang kita 'beri kebaikan'
pasti kita akan di balas dengan 'kebaikan'
bukan sia-sia 'setiap pemberian' kita itu.

~ pangkat, gelaran, bergaji besar dan anugerah yang kita terima, hanya pinjaman
kita juga seperti mereka2 yang miskin dan susah... sangat2 'kotor'




saya: sukeenyee dapat 'lepaskan sesuatu' bersama prof td ^__^

Friday, November 11, 2011

FiKir...


بسم الله الرحمن الرحيم

RASULULLAH SAW. DENGAN PENGEMIS YAHUDI YANG BUTA




Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata, “Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya.”


Setiap pagi Rasulullah s.a.w mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah s.a.w menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah s.a.w melakukannya hingga menjelang baginda wafat. Setelah kewafatan Rasulullah s.a.w tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi yang buta itu.


Suatu hari Abu Bakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.a. Beliau bertanya kepada anaknya, “Wahai anakku, adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan?” Aisyah r.a menjawab pertanyaan ayahnya, “Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah, hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja.” “Apakah itu?” tanya Abu Bakar r.a. Setiap pagi Rasulullah s.a.w selalu pergi ke hujung pasar dengan membawa makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana,” kata Aisyah r.a.

Keesokan harinya Abu Bakar r.a pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abu Bakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abu Bakar r.a mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, “Siapakah kamu?” Abu Bakar r.a menjawab, “Aku orang yang biasa.” “Bukan! engkau bukan orang yang biasa mendatangiku,” jawab si pengemis buta itu. “Apabila dia (Rasulullah s.a.w) datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu dia berikan padaku dengan mulutnya sendiri,” pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abu Bakar r.a tidak dapat menahan air matanya, dia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Dia adalah Muhammad Rasulullah s.a.w.” Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar r.a, dia pun menangis dan kemudian berkata, “Benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, dia tidak pernah memarahiku sedikitpun, dia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, dia begitu mulia.” Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abu Bakar r.a.







saya: Yang penting apa yang kita berikan kepada orang, bukan apa yang orang berikan kepada kita.

Saturday, November 05, 2011

10 ZuLhijjAh 1432...


بسم الله الرحمن الرحيم


Pantai Batu Rakit



“Dan bagi tiap-tiap umat, Kami syariatkan ibadat
menyembelih korban
(atau lain-lainnya) supaya mereka menyebut nama ALLAH
sebagai tanda syukur akan pengurniaanNYA kepada mereka ; 
(iaitu) binatang-binatang ternak yang disembelih itu.
Kerana Tuhan kamu semua ialah Tuhan Yang Maha Esa, 
maka hendaklah kamu tunduk taat kepadaNYA 
dan sampaikanlah berita gembira (wahai Muhammad)
kepada orang-orang yang tunduk taat”
(Al-Hajj-34)


"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat
mencapai (keredhaan) ALLAH ,
tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya…"
(Al-Hajj-37)


Semoga para jemaah haji dianugerahkan oleh ALLAH
haji yang mabrur dan seterusnya mendapat keredhaan
ALLAH di dalam menempuh
liku-liku hidup dengan perubahan kearah meningkatkan 
keimanan dan ketaqwaan kepada ALLAH…


saya: moge akan tiba masanya nanti...insyaALLAH  ^__^